Healthy Lifestyle · Parenthink

RULE UNTUK ORANG TUA SAAT BALITA MENONTON TELEVISI

Salah satu hiburan saya sama Kimika di rumah supaya suasana ramai salah satunya dengan menyalakan televisi. Cuma banyak tontonan televisi di Indonesia ini menurut saya kurang aman bagi balita seperti sinetron, kartun yang kurang mendidik (ada unsur kekerasan, pacaran, membenarkan sesuatu yang pada realitanya tidak diperbolehkan), reality show (tentang percintaan), dsb. Ibu mertua saya juga tidak menyarankan cucunya untuk menonton televisi, hal ini didasari dari pengalaman saudara yang tidak memperbolehkan anaknya menonton televisi sama sekali saking takutnya terkena dampak negatif dari televisi. Namun tidak semua dampak negatif yang diberikan televisi kepada balita jika para orang tua memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  1. Pilih acara televisi yang mengedukasi dan sesuai untuk usianya.

Ada beberapa acara televisi yang mengedukasi anak untuk belajar banyak hal. Kalau untuk balita paling tidak sebagai sarana belajar untuk mengenal banyak huruf, warna, binatang, mendengarkan musik anak-anak, belajar bahasa, kesenian, adat istiadat dan masih banyak lagi. Tontonan televisi yang saya perbolehkan buat Kimika yang masih berusia di bawah 1 tahun adalah stasiun televisi yang khusus untuk balita seperti Baby first dan Duck Tv.

Selain itu saya juga memperkenalkan agama lewat televisi. Karena saya beragama muslim jadi saya cari stasiun televisi islami/ acara kajian islami. Salah satu acara kajian islami favorit saya jatuh pada Serambi Islami yang tayang di TVRI (Televisi Republik Indonesia) tiap subuh. Yang menarik dari program Serambi Islam yakni di tiap harinya mengadirkan nara sumber yang berbeda dengan kajian yang berbeda. Berbeda dari tayangan televisi swasta lainnnya di Serambi Islam kita bisa belajar islam dari sisi tauhid, aqidah, fiqih,  secara mendalam, membaca Al-Qur’an dengan benar dengan nara sumber yang benar-benar berkompeten di bidangnya. Terima kasih kepada TVRI yang sudah memberikan tontonan yang bermanfaat hingga saat ini.

2. Durasi menonton televisi.

Saya biasanya mematok jam untuk Kimika bisa menonton televisi sekitar 1-2 jam/hari terutama saat saya tinggal mandi, mengerjakan pekerjaan rumah. Kegiatan menonton televisi tidak setiap hari saya terapkan jika Kimika sedang asik bermain, tidur ketika saya mandi/ mengerjakan pekerjaan rumah, ada orang lain yang mengajak Kimika bermain. Jika orang tuanya yang ingin menonton televisi memang sebaiknya dilakukan ketika anak sedang tidur.

  1. Jangan menyalakan televisi saat balita sedang makan.

Penting untuk saya sebagai orang tua membiasakan sejak dini pada saat jam makan televisi tidak saya nyalakan karena proses makan Kimika menjadi terganggu, lama dan tidak fokus ke makanan.

4. Jaga jarak pandang antara mata anak dengan televisi.

Yang perlu diawasi adalah jarak pandang mata anak dengan televisi jangan sampai terlalu dekat dengan televisi. Soalnya Kimika saat ini sangat suka bereksplorasi terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya termasuk gambar yang ada di televisi jadi pengen dipegang juga sama Kimika. Biasanya saya taruh di stroller supaya jarak pandang Kimika tidak terlalu dekat dengan televisi atau didudukan di kursi bayi.

  1. Tempat menaruh televisi.

Taruh televisi di tempat yang sulit dijangkau anak seperti di atas meja yang tinggi, digantung di tembok yang tinggi sehingga dapat mengamankan jarak pandang anak jika berusaha untuk mendekat. Usahakan jangan taruh televisi di kamar balita karena akan menanamkan kebiasaan menonton televisi sambil tidur dan orang tua sulit untuk mengontrol. Juga sebaiknya jangan taruh televisi di ruang makan karena akan mengganggu proses makan. Sebaiknya taruh televisi di ruang keluarga atau di kamar orang tua agar mudah untuk diawasi.

Sebenarnya akan lebih baik lagi jika balita di bawah 2 tahun tidak dipaparkan oleh televisi terlalu sering karena dikhawatirkan akan kecanduan televisi, kurang gerak, kurang bersosialisasi, terkena paparan sinar biru yang terlalu intens. Jika memang perlu lebih baik berikan mainan yang banyak kepada anak daripada membiarkan anak menonton televisi terlalu lama.

Semoga bermanfaat ya…  🙂

Advertisements

4 thoughts on “RULE UNTUK ORANG TUA SAAT BALITA MENONTON TELEVISI

    1. Itu tujuannya mba, biar anak2 ga betah nonton lama2 biar cari aktivitas lain yang lebih produktif 😊. Makasih sudah mampir yaa..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s