Travel

Menikmati Matahari Terbenam di Ujung Timur Pulau Jawa

Sebulan yang lalu, saya dan keluarga berkunjung ke kota Banyuwangi, Jawa Timur. Banyuwangi ini terkenal dengan wisata alamnya. Rugi banget kalau berkunjung ke Banyuwangi, tetapi tidak menyempatkan waktu mampir ke tempat wisatanya. Di awal tahun kemarin, Banyuwangi berhasil meraih predikat Juara Dunia dalam ajang United Nation World Tourism Organization (UNWTO) Awards for Excellence and Innovation in Tourism ke-12. Banyuwangi keluar sebagai “The Winner of Re-Inventing Government in Tourism” dalam kategori UNWTO Awards for Innovation in Public Policy Governance” atau “Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan”. Keren sekali yaa..

Akhirnya liburan kali ini kita berkesempatan berkunjung ke Pantai Pulau Merah. Sebenernya udah lama banget pengen kesini cuma baru keturutan sekarang..alhamdulillah ngidamnya keturutan.. :p

Waktu itu saya menginap di jl. Letjen S. Parman. Jarak pantai merah dari tempat saya menginap di daerah Kota Banyuwangi lumayan jauh sekitar 2-3 jam. Saya berangkat jam 11.00 wib pagi sampai di lokasi sekitar jam 02.00 wib siang. Letak pantai pulau merah ini di Kecamatan Pesanggaran. Selama perjalanan menuju ke pantai merah saya melewati tambang emas Gunung Pitu. Akses jalan sebelum tambang emas tersebut ada beberapa jalan yang rusak sehingga pengunjung perlu hati-hati dan harusnya menjadi perhatian lebih lanjut dari instansi terkait.

Beberapa saat sebelum menuju pantai merah saya menemui pertigaan jalan serta ada papan penunjuk jalan. Di papan tersebut bertuliskan, “pantai wedi ireng ⇑­ (terus)” sedangkan “pantai pulau merah ⇐ (ke kiri) 3 km”. Beruntung ada penunjuk jalan yang jelas sehingga memudahkan kita sebagai pengunjung baru.

Sewa kursi santai

Berhubung ketika sampai di pantai, mataharinya masih terik jadi kita ngadem dulu supaya ga terlalu gosong amat *alesan ga mau item*. Di pinggiran pantai disediakan fasilitas kursi santai beserta payung yang besar jadi kita ga kepanasan, cuma ga gratis yaa.. Per jamnya kena Rp. 20.000,- untuk 2 kursi santai. Saran saya kalo mau hemat bawa tiker/alas sendiri saja atau kalau sewa kursinya, mendekati sore jadi kita sewanya ga kelamaan *noted*. Di tiap kursi santai disediakan tempat sampah juga loh..jadi kalau masih ada yang buang sampah sembarangan “terlalu!”.

Jalan-jalan sore..
pulau berpasir merah di belakangku

Sekitar jam 04.00 sore matahari mulai bersahabat dengan kulit, jadi saya, suami dan Kimika mulai jalan-jalan menyusuri pantai. Pantai ini terbilang bersih serta jarang ada sampah yang bertebaran di sepanjang pinggir pantai, nampaknya pengelola pantai juga serius untuk menjaga keindahan pantai ini. Saya juga sempet nanya ke driver yang asli orang Banyuwangi, “Kenapa kok namanya pantai pulau merah? padahal pasirnya putih?”. “Kalau kena sinar matahari terbenam jadi merah mba, makanya dinamakan pantai merah”, terangnya. Setelah saya browsing, sebab pantai ini dinamakan pantai merah ada 2 versi. Versi pertama karena warna tanah dan pasirnya di sekitar pulau di pantai itu bewarna merah, namun karena terkena lumut yang terlihat sekarang bewarna hijau.. Versi kedua mengatakan, dulu pernah terpancar cahaya warna merah dari pulau yang ada di pantai itu sehingga warga setempat menamakan pantai pulau merah.

Ngeliatin apa sih nak? 😒

Pengelola pantai juga selalu mengingatkan melalui pengeras suara kepada para pengunjungnya untuk berhati-hati karena saat saya kesana arus pantai lumayan besar serta menghimbau pengunjung untuk tidak berkendara sepeda motor di pinggiran pantai.

Kimika suka banget diajak kesini apalagi saat main pasir sama merangkak di pasir. Jadi buat yang punya bayi tempat ini recommended.

Baca jugaDunia Eksplorasi Kimika bersama Mitu

Saat saya kesini kebetulan banyak yang berjualan buah naga merah karena sedang musim jadi dijual dengan harga yang terjangkau sekali. 3 kg nya seharga Rp. 10.000,- murah banget kan yaa.. Rata-rata penduduk di sekitaran pantai ini menanam buah naga jadi sepanjang jalan sebelum menuju ke pantai pasti akan menemui banyak pohon buah naga ditanam di halaman rumah warga.

3 buah naga ini cuma Rp. 10.000,-

Saat yang ditunggu tiba, melihat matahari terbenam. Sunset di pantai ini ga kalah bagusnya sama pantai di bali loh.. Jadi kalau berkunjung kesini sebaiknya jangan terlalu pagi karena pasti akan menunggu lama.

Semoga next trip kita bisa berkunjung ke pantai di sebelah pantai pulau merah ini, seperti pantai wedi ireng dan teluk hijau 😀

Advertisements

14 thoughts on “Menikmati Matahari Terbenam di Ujung Timur Pulau Jawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s